Showing posts with label Wisata Danau. Show all posts
Showing posts with label Wisata Danau. Show all posts

Monday, October 3, 2016

Danau Maninjau termasuk kategori danau vulkanik, lekukannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau  ( legenda penduduk),  terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai  dinding. Danau Maninjau memiliki aliran sungai bernama Batang Sri Antokan di sebelah barat laut danau. Sungai ini dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik dikenal sebagai PLTA Maninjau. Danau  Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok di wilayah propinsi Sumatera Barat


.
Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau ini disebut; Puncak Lawang.
Puncak Lawang.  Berada pada ketinggian 1210 meter dari permukaan laut,  kita bisa dengan leluasa untuk menikmati keindahan panorama Tanah Maninjau. Biru nya air Danau Maninjau, hamparan sawah, dan merasakan nikmat nya angin yang berhembus sepoi basah dengan suhu di  18 – 20 º Celcius.  Dari sini kita juga dapat menyaksikan Samudera Hindia di sebelah Barat perbukitan Danau Maninjau.



Puncak Lawang dijadikan  lokasi  Olah Raga Paralayang. Event Internasional telah digelar disini dan katanya sudah jadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Agam dan termasuk area terbaik di wilayah Asia Tenggara.

Menuju lokasi  Puncak Lawang ini kita bisa  memilih salah satu dari empat rute yang ada. Pertama lewat Matur (dibaca;  Matua), jadi kalau kita dari Bukittinggi sampai di simpang tiga Matur kita berbelok kekanan. Masuk jalan ini kita melihat  perkebunan tebu masyarakat daerah Lawang sebagai  penghasil tebu dan gula tebu terbaik di Kabupaten Agam khususnya dan Sumatera Barat umumnya .

Rute kedua bisa ditempuh melewati Ambun Pagi,  lokasi nya sekitar 3 Km dari Matur tepat nya berada pada awal jalan "Kelok 44" atau dibibir perbukitan Danau Maninjau. Melalui jalur ini kita akan menjumpai objek wisata "Ambun Tanai" yang keindahan nya tak kalah menarik dari Puncak Lawang itu sendiri.  Ambun Tanai ini masih dalam kawasan Puncak Lawang. Ambun Tanai ini  salah-satu tempat wisata juga  di Kecamatan Matua tepatnya di Ambun Pagi Nagari  Matua Mudiak lebih kurang 30 Km dari Kota Bukittinggi. Kita akan melewati puncak perbukitan Danau Maninjau dan sangat dekat dengan bibir jurang di sebelah kiri nya. Untuk lebih menikmati panorama Ranah Danau Maninjau sebaik nya melewati jalur ini deh..pasti seru aja kerasa...

Rute  ketiga dan keempat dikenal sebagai  jalur alternatif saja, sebab kita hanya bisa melewatinya  dengan jalan kaki, rute ini sangat cocok buat yang suka olahraga hiking dan hobi petualangan.

Rute  alternatif pertama kita melewati Pasar Bayur (baca; Pasa Bayua) sekitar 4 Km sebelah Utara Maninjau. Rute ini kita dapat menempuh perjalanan mencapai Puncak Lawang dengan waktu lebih kurang  1,5-2 jam. Jalan setapak mendaki diselingi  rimbun nya pepohonan.

Rute  alternatif kedua tak jauh beda suasana nya dengan jalur alternatif pertama, kita mulai berjalan dari Pasar Ahad (baca ;Pasa Akaik)  kira kira  8 Km sebelah utara Maninjau. Jalur ini  kita akan berjalan kaki  melewati hamparan persawahan, setelah jalan mulai mendaki kita memasuki  rindangnya pepohonan. Pemandangan yang bedapun akan kita nikmati dari jalur ini. Untuk  berjalan kaki  mencapai Puncak Lawang kita habiskan waktu sekitar 4-5 jam.


Mengenal Danau Maninjau ini maka kita akan mengenal  ikan air tawarnya namanya Ikan Bada, jenis Ikan Bada (Rasbora argyrotaenia) ini hanya terdapat di Danau Maninjau, karena sampai saat ini belum dijumpai spesies yang sama persis di daerah lain meskipun ikan yang mirip bisa dijumpai di danau atau sungai seperti Ikan Bilih di Danau Singkarak.

Ciri Ikan Bada ini memiliki sisik yang lebih halus dan lebih terang, dengan ukuran badan yang lebih pendek. Dari rasanya pun ikan Bada ini lebih manis dan lebih gurih, bisa diolah menjadi beberapa jenis makanan seperti di goreng, di gulai, di pepes dan yang paling special adalah di asapi atau di salai diatas bara api sehingga berwarna agak hitam kekuningan.

Bada yang dikeringkan ini lebih dikenal dengan nama “Bada Masiak” atau Bada Kering. Dan ini adalah salah-satu makanan hasil Danau Maninjau yang paling diminati terutama oleh masyarakat yang berasal dari Danau Maninjau .

Saturday, September 17, 2016

Tourist attraction blue lake at Sawah Lunto

Western Sumatra travel>>welcome at our travel in this session our travel is will discuss about Tourist attraction blue lake at Sawah Lunto, This travel lake quite a lot of demand,particularly young and school children, lake will be our discussion on this occasion is a "blue lake TALAWI Sawahlunto" This lake is quite interesting to talk about, previous trending green hill lake bubbling Sijunjung and therefore TALAWI Sijunjung blue lake is also swept away, Sijunjung green lake visitors are also attracted by the blue lake TALAWI Sawahlunto, because it can cut corners and near the green lake visitors Sijunjung while visiting Lake Blue TALAWI Sawahlunto.

blue lake is too famous in cyberspace and many exposed to electronic media and online media. the young people and children, especially among senior high school and did not escape also from amongst older people and Locals many who visit to enjoy the beautiful lake beautiful lake which according to them are very nice and very beautiful, they like to capture beautiful moments with photo photographed together, background blue lake beautiful and attractive to make them addictive.

sometimes they visit the lake is just to get photos and pictures of their background shiny blue lake clarity. they normally just bring their mobile phone camera together a group, and there is also a high quality camera like canon many travelers also outside the area who come to this lake tourist spot. The following photo photo blue lake Talawi Sawahlunto very charming.

We know that Sawahlunto has a variety of interesting tourism potential that could kunjujungi, and also Besides having world heritage cultural tourism in Sawahlunto also has tourist sites are still unexplored and unknown. Sawahlunto is one of the former coal-producing areas in the island of Sumatra.

Located in an area Parambahan Sawahlunto and precisely within the coal mining project environment. The lake was formed from the former coal mine excavation area, to reach this location is approximately 13 kilometers from the city center Sawahlunto.

Highly recommended if you want to come here should use a vehicle that is ready and worthy in the sense of the word because after the road to the zoo kandi road to locations such as dirt roads and rocky fairly sharp.

If you are hesitant to go to this location, please do not hesitate to ask local people ,,, they will indicate its location.

Saturday, August 13, 2016

Danau Kandi Sawahlunto



Beberapa saat sebelum memasuki kota Sawahlunto, mobil berbelok ke kanan di suatu titik menyimpang dari jalan utama, melewati jembatan Batang Ombilin, dan mampir terlebih dahulu ke kawasan Danau Kandi. Danau Kandi merupakan danau yang terbentuk dari lubang-lubang besar bekas galian tambang, dan kemudian melebar setelah jebolnya tanggul penahan aliran Sungai Ombilin.

Kami sempat naik terlebih dahulu ke puncak bukit dimana terdapat area pacuan kuda yang cukup luas (GPS -0.61463, 100.74861). Persiapan tengah dilakukan saat itu bagi perlombaan pacuan kuda yang akan diselenggarakan keesokan harinya. Lantaran tidak menemukan titik yang baik untuk melihat pemandangan, kami pun turun lagi menuju tepian Danau Kandi, dan mencari celah untuk sampai ke tepiannya.



Sungai (Batang) Ombilin di sekitar Danau Kandi yang cukup lebar namun sepertinya tidak terlalu dalam, diambil dari tengah-tengah jembatan (GPS -0.61521, 100.76040). Beberapa orang tampak tengah mandi di tepian sungai yang dangkal.



Dengan lensa tele, di belakang sekelompok orang yang tengah mandi itu tampak lereng bukit telanjang yang dikuliti untuk diambil bijih tambangnya, dengan lubang-lubang galian di bawahnya yang kini menjadi tandon air Danau Kandi.

Sawahlunto memang merupakan kota tambang. Cadangan batubara di kota ini ditemukan pada pertengahan abad ke-19 oleh Ir. de Greve, dan sejak 1 Desember 1888 pemerintah kolonial Belanda mulai menanam uang untuk membangun berbagai fasilitas guna mengeruk batubara di wilayah ini. Tanggal itu kemudian dijadikan sebagai hari jadi Kota Sawahlunto.



Sebuah celah di tepian jalan yang memperlihatkan dermaga kecil Danau Kandi, yang sayangnya tidak kami temukan aksesnya menuju ke tempat itu.



Pencarian akses Danau Kandi membuat kami menemukan sebuah kolam pemancingan di tepian Sungai Ombilin dengan latar barisan pohon nyiur memagari sawah hijau subur dan perbukitan hijau biru yang rimbun.



Akhirnya kami menemukan akses menuju ke tepian Danau Kandi, yang turun menikung tajam dari jalan utama pada GPS -0.61580, 100.75930.



Entah kehidupan macam apa yang berlangsung setiap hari di Danau Kandi ini, pada suatu kurun waktu di masa silam, ketika puluhan atau bahkan ratusan orang bekerja tanpa henti berlomba mengupas kulit bumi yang tadinya hijau rimbun dan mengangkutnya ke tempat-tempat pengolahan. Harta adalah berkah dan petaka.


Tidak terlihat ada kegiatan manusia di Danau Kandi pada sore itu, yang ada hanyalah keheningan. Mungkin hanya pada hari-hari tertentu orang datang untuk memancing, atau sekadar menikmati suasana.

Sebuah sampan kecil panjang yang tersandar kesepian di tepian Danau Kandi. Tampaknya akan cukup menyenangkan untuk duduk di atas sampan itu, dan berkeliling menikmati suasana dan pemandangan di seputar Danau Kandi.

Sayang, beberapa waktu lalu sempat terbaca kabar bahwa pemerintah setempat berencana untuk menimbun Danau Kandi karena dianggap tidak cukup berhasil untuk menarik wisatawan. Entah bagian bumi mana lagi yang akan dikupas untuk menimbun kawasan ini. Semoga saja ada rencana yang lebih baik untuk mengembangkan kawasan ini, selain dengan cara menimbunnya itu.



Translate

Membahas Objek Wisata Sumbar, Sumbar Wisata Kita Semua.

Ter Unggul

Objek Wisata Danau Biru Sawahlunto

Objek Wisata Danau Biru Sawahlunto Wisata sumatera barat >> selamat datang di Wisata Kita pada kesempatan ini Wisata Kita akan ...

Popular Posts


CLOSE